Gina dan Al-Quran Kesayangannya ~1~
Cerpen Islami
Gina dan Al-Quran Kesayangannya
Part:1
Suara adzan shubuh telah ber
kumandang di kota Bandung, Gina seorang gadis yang sederhana, bangun dari
tidurnya, “Huah... sudah adzan ya...? padahal aku masih ngantuk...” keluh Gina
sambil duduk di pinggir kasur. Ia pun segera pergi ke kamar mandi untuk
mengambil wudhu setelha wudhu, ia pun melaksanakan kewajibannya yaitu, shalat.
Setelah selesai shalat, ia pun kembali merebahkan tubuhnya di kasur. Ya,
inikan, hari minggu, artinya Gina libur sekolah.
“Gina sudah shalat shubuh belum?”
tanya bunda Gina dari luar pintu seraya mengetuk pintu.
“Sudah bun, aku mau tidaur lagi
ya...” jawab Gina malas seraya menarik selimut. Bundanya hanya menggelengkan
kepala di luar pintu.
“Baiklah, tapi satu jam aja ya!”
pesan bunda Gina sambil berjalan menuju dapur. Bundanya Gina menyiapkan sarapan
untuk Gina dan kakaknya. Ayah Gina bekerja pagi sampai siang, waktu yang
tersisa, digunakan untuk beristirahat. Gina dan keluarganya pun jarang
bertamasya keluar rumah karena kesibukan ayahnya yang cuti sebulan sekali.
Bundanya Gina telah menyiapkan
sarapan, beliau pun segera ke kamar Gina untuk membangunkannya. “Gina sayang,
ayo bangun nak” seru ibunda Gina lembut seraya mengusap rambut Gina.
“hoamm... sudah satu jam ya bunda?”
tanya Gina. Bundanya mengangguk, akhirnya Gina pun beranjak dari kasurnya dan
mencuci muka. Setelah itu Gina dan bundanya segera menuruni tangga dan menuju
dapur. “Wah... kesukaan ku semua nih..!” kata Gina yang melihat makanan
kesukaannya tumis kangkung, ayam goreng,
dan tempe bacem. Sedangkan menumannya adalah es jeruk. Emm... enak ya!
Gina pun segera mengambil se sendok
nasi dan mengambil lauk pauk secukupnya, sebelum makan ia berdoa dulu “bismillah
hirrahman nirrohim, Allahhumma bhariklana fima rozaktana wakina adzabannar
“ ucap Gina, ia pun segera memakan sarapannya itu dengan lahap. Bunda dan
kakanya hanya tersenyum melihat kelakuan Gina.
Setelah makan, Gina kembali
kekamarnya untuk mengambil handuk, ia pun segera mandi. Eiitt... kalau di kamar
mandi jangan bernyanyi maupun berbicara ya! Nanti ada jin loh...
“Ahh... segarnya..” kata Gina sambil
keluar dari kamar mandi. Gina pun kembali menyimpan handuknya di kamar. Ia akan
bermain di rumah sahabatnya, Alma, rumahnya tidak jauh dari rumah Alma. “Bunda,
aku main ke rumah Alma ya!” seru Gina meminta izin.
“Ya, boleh saja. Tapi jangan nakal
ya!” jawab bundanya Gina, seraya kembali membaca majalah islam milik beliau.
“Makasih ya bun, assalamu alaikum!”
seru Gina lagi sambil kerluar dari rumah. Tentunya ia berdoa keluar dari rumah.
“Waalaikum salam, hati-hati ya!”
jawab bundanya lagi sambil menggelengkan kepala. Ia pun kembali fokus kepada
majalah miliknya.
“Assalamu alaikum! Alma main yuk!”
seru Gina dari luar rumah Alma seraya mengetuk pintu.
“Waalaikum salam, oh ya, ayo masuk
Gin!” jawab sahabatnya itu sambil membukakan pintu untuk Gina. Gina pun segera
masuk ke dalam rumah Alma. “Alma, kita mau main apa nih?” tanya Gina kepada
Alma yang sedang menutup pintu.
“Mmm... gimana kalau kamu ikut aja
ke mal? soalnya aku mau ke mal.” Jawab Alma yang telah berdiri didepan Gina.
“Boleh aja kok, tapi aku minta izin
dulu sambil bawa uang ya!” jawab Gina.
“Nggak usah, nanti kalau minta izin
pakai telepon rumah ku aja, kalau uang, ibu ku yang kasih!” kata Alma panjang
lebar, seraya menarik tangan Gina ke kamar nya.
*~”*”~*
Wassalamu alaikum
Komentar
Posting Komentar